Oleh Nanang Bagus Subekti
Panduan teknis ini saya siapkan sebagai bahan pertimbangan pembuatan atau perekaman video pembelajaran di dalam kelas sehingga hasilnya bisa maksimal. Tulisan ini dirangkum dari pengalaman. Semoga bermanfaat.
Diperlukan pemahaman hal secara teknis untuk perekaman video pembelajaran di dalam kelas supaya hasilnya maksimal.
Pemahaman teknis perekaman. Saat ini kegiatan merekam video sudah menjadi bagian dari kehidupan, apalagi bagi pengguna media sosial. Pembuatan video pembelajaran memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan video-video untuk media sosial seperti Shorts, Tiktok, dan Instagram. Meskipun pembuatan video di medsos berbeda, namun pengalaman pembuatan video medsos pasti bermanfaat saat akan merekam video pembelajaran di dalam kelas.
Pembuatan video pembelajaran di dalam kelas offline atau luring sangat sulit jika dilakukan sendiri sehingga diperlukan mitra untuk pengambilan videonya. Mitra perlu diberikan arahan (briefing) adegan yang harus diambil serta pengambilan videonya, misalnya saat guru mendampingi siswa di dalam kelas, siswa melakukan kegiatan kerja kelompok, siswa melakukan prakter pembelajaran, guru mengawali dan menutup kegiatan pembelajaran dll. Pembuatan skenario perekaman video pembelajaran sesuai RPP juga perlu disiapkan supaya mitra yang akan merekam video memiliki gambaran adegan yang harus didokumentasikan.
Pemahaman Perangkat. Sebelum memulai kegiatan perekaman, perlu sekali memahami perangkat yang akan dipergunakan untuk merekam seperti handphone, kamera, handycam, action cam, pencahayaan. Semakin baik kita memahami perangkat perekaman, hasilnya tentu akan semakin maksimal.
Pemahaman setting perangkat. Setiap perangkat perekaman yang berbeda memiliki setting atau pengaturan yang berbeda. Pahami dengan baik supaya hasil perengkaman menjadi baik misalnya resolusi video (HD 720, FHD 1080, 4K) dll. Untuk perekaman video durasi panjang misalnya 45 menit, setting video HD 720 sudah menghasilkan gambar yang bagus dan tidak memakan terlalu banyak memori. Namun, jika memiliki perangkat yang baik bisa memilih setting kualitas vide yang lebih tinggi, misalnya FHD 1080.
Pemahamam setting audio. Perhatikan juga setting audionya supaya maksimal. Audio memiliki peranan sangat penting penentu kualitas video. Audio yang yang buruk misalnya terlalu kecil, terlalu banyak noise, dan tidak jernih akan memberikan pengalaman yang tidak mengesankan terhadap video yang ditonton.
Jika audio dengan mempergunakan mic internal tidak maksimal, maka perlu didukung dengan penggunaan mic external. Jika tidak mic external tidak tersedia, maka solusi berikutnya adalah dengan menggunakan speaker aktif untuk memperjelas suara guru saat mengajar di ruangan kelas.
Pemahaman perangkat keras (hardware) editing. Spesifikasi perangkat editing seperti PC, Laptop dan HP berpengaruh dengan kinerja editing dan hasilnya. Perangkat yang memiliki spesifikasi rendah biasanya akan bekerja kurang maksimal, seperti lambat, ngelag, cepat panas, dan sering muncul notifikasi error. Perlu dipertimbangkan spesifikasi minimal perangkat untuk install atau pemasangan program / aplikasi supaya kompatibel sehingga program bisa berjalan dengan maksimal.
Pemahaman perangkat lunak (software) editing. Ada banyak sekali aplikasi atau software yang bisa dipergunakan untuk editing. User secara umum menyukai aplikasi yang gratis, mudah atau simpel, dan tanpa watermark. Ada dua aplikasi yang saya rekomendasikan untuk perangkat handphone yaitu VN Video Editor dan CapCut. Hasil editing kedua aplikasi ini tidak ada watermarknya (saat artikel ini ditulis). Jika para pembaca ada informasi aplikasi pengolahan video yang tanpa watermark, silakan dibagikan melalui kolom komentar.
Beberapa aplikasi pengolah video

