Surah Al-Hasyr 21-24

Surah Al-Hasyr 21-24

🌿 Surat Al-Hasyr Ayat 21–24

Surat Al-Hasyr ayat 21–24 merupakan penutup dari surah Al-Hasyr yang berisi pesan mendalam tentang kebesaran Allah, keagungan Al-Qur’an, dan sifat-sifat Allah yang agung. Ayat-ayat ini menggugah hati manusia untuk merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya dan mengingat siapa diri kita di hadapan Sang Pencipta.

Ayat 21

لَوْ أَنزَلْنَا هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍۢ لَّرَأَيْتَهُۥ خَـٰشِعًۭا مُّتَصَدِّعًۭا مِّنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۚ وَتِلْكَ ٱلْأَمْثَـٰلُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ٢١

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur`an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.

Ayat 22

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ۖ هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ ٢٢

Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ayat 23

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَـٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ٢٣

Dialah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Raja Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Ayat 24

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَـٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ ٢٤

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.


🌸 Refleksi

Surat Al-Hasyr ayat 21–24 mengajak kita untuk:

Merenungkan kebesaran Allah dan tidak mengeraskan hati terhadap peringatan Al-Qur’an.

Mengagungkan dan mengenal Allah melalui Asmaul Husna.

Meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan, agar kita menjadi hamba yang rendah hati, penyayang, dan penuh hikmah.

Setiap kali ayat ini dibaca, hati seorang mukmin seolah diingatkan bahwa segala sesuatu di alam semesta tunduk dan bertasbih kepada Allah. Maka, sudah sepantasnya manusia pun selalu menyucikan dan mengagungkan-Nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *